Bintik Merah Pada Kulit Bukan Selalu Campak

0 Comments

Anak sakit tentunya merupakan sebuah mimpi buruk bagisetiap orang tua. Terutama jika sakitnya sang anak dibarengi pula dengan demam tinggi lalu kemudian muncul bintik-bintik merah padah kulit di beberapa bagian tubuhnya. Mungkin Anda akan berfikir seberapa bahayanya kah kondisi tersebut.

Demam adalah suatu kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5 derajat celsius. Banyak faktor yang bisa menyebabkan demam, diantaranya adalah infeksi ringan hingga parah atau bisa juga merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh anak Anda yang sedang melawan serangan virus, bakteri atau parasit.

Waspadai Demam Anak Yang Disertai Bintik Merah Pada Kulit

Demampada anak yang disertai munculnya bintik merah pada kulit umumnya identik dengan penyakitcampak. Namun demam dengan munculnya bintik merah pada kulit tidak selalu campak. Bisajadi anak Anda terkena flu singapura.

Ciri-cirikhas yang muncul pada penderita flu singapura atau biasa dikenal dengan sebutanpenyakit kaki, tangan dan mulut (KTM), adalah munculnya bintik-bintik merah disekitar mulut, tangan dan kaki anak. Bintik-bintik tersebut akan berisi air.Terkadang, bintik-bintik merah pada kulit ini muncul juga di area bokong, lutut, padalipatan paha atau siku.

Penyakit ini biasanya dialami oleh anak yang berusia di atas 5 tahun. Bersamaan dengan munculnya bintik-bintik merah, anak akan mengalami demam tinggi, tenggorokan terasa kering, muncul luka seperti sariawan berwarna merah di lidah, gusi, atau di pipi. Munculnya sariawan ini yang membuat anak Anda kesulitan makan dan akhirnya hilang nafsu makannya.

Disebabkan oleh virus

Flu singapura disebabkan virus yang berasal dari genus enterovirus, termasuk diataranya adalah coxsackievirus A16 dan echovirus. Penularan virus ini biasanya melalui kontak langsung dari anak ke anak melalui bersin atau batuk, air liur, atau tinja. Selain itu, penularannya juga bisa terjadi lewat kontak tidak langsung, yakni melalui barang yang anak-anak pakai bersama seperti peralatan makan, peralatan tulis atau handuk.

Baca Juga :  Tips Menjaga Kesehatan Ibu dan Anak

Virus flu singapura masuk pertama kali pada jaringan mulut, lalu terbawa masuk ke dalam sistem pencernaan hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika virus penyebab Flu Singapura ini masuk ke tubuh anak, akan ada masa inkubasi terlebih dahulu. Yakni suatu kondisi dimana antibody dalam tubuh anak “berperang” melawan virus. Masa inkubasi ini berlangsung sekitar 3-6 hari.

Jika tubuh anak Anda “kalah”, maka gejala Flu Singapura akan mulai muncul.

Penanganan

Seperti halnya penyakit lain yang juga disebabkan oleh virus,  flu singapura yang menular ini tidak membutuhkan adanya pengobatan khusus atau antibiotik. Biasanya penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Yang terpenting untuk Anda lakukan adalah memastikan anak Anda minum air yang cukup dan tidak panas karena bisa membuat tenggorokan tambah sakit.

Untuk meredakan munculnya nyeri atau demam Anda bisa memberi  obat penurun panas bila diperlukan. Untuk mencegah penularan flu singapura, Anda sebaiknya membersihkan seluruh perlengkapan makan dan minum yang dicurigai terkontamsinasi oleh virus serta membiasakan anak Anda untuk mencuci tangan sehabis keluar rumah.

Anak demam tinggi sering kali membuat Anda sebagai orang tua panik dan khawatir. Sebagai penanganan pertama, Anda dapat mengganti pakaian anak dengan pakaian yang tidak terlalu tebal. Kompres anak dengan kompres air hangat. Pastikan anak tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Berikan anak minum air putih yang banyak, atau makanan yang mengandung banyak cairan seperti sup atau susu. Biarkan anak beristirahat dengan cukup, dan periksakan kondisi anak Anda ke dokter untuk memastikan diagnosis.